Tuesday, June 11, 2019 | By: Fajar Aji Kurniawan

#6 Melatih Tanggung Jawab


Melatih Tanggung Jawab
Hasil gambar untuk tanggung jawab
Tanggung jawab dapat diartikan dengan “bertindak tepat tanpa perlu diperingatkan.” Sedangkan bertanggung jawab merupakan sikap tidak tergantung dan kepekaan terhadap perasaan orang lain. Sifat dapat diserahi tanggung jawab seseorang akan terlihat pada cara ia bertindak dalam keadaan darurat dan cara ia melakukan pekerjaan rutin-nya. Sebenarnya itu tidak merupakan sifat tetapi sikap yang telah men-cakup sifat memperhatikan, ketelitian, kecakapan, dan Iain-lain. Umumnya sifat demikian tidak diturunkan dari orang tua melainkan sesuatu yang dapat dilatih.

Jelasnya, pengertian tanggung jawab di sini adalah kesadaran yang ada dalam diri seseorang bahwa setiap tindakannya akan mempunyai pengaruh bagi orang lain maupun bagi dirinya sendiri. Karena menyadari bahwa tindakannya itu berpengaruh terhadap orang lain ataupun diri sendiri, maka ia akan berusaha agar tindakan-tindakannya hanya memberi pengaruh positif saja terhadap orang lain dari diri sendiri dan menghindari tindakan-tindakan yang dapat merugikan orang lain ataupun diri sendiri. Dalam keadaan yang kepentingan diri sendiri harus dipertentangkan dengan kepentingan orang lain, maka seorang yang bertanggung jawab akan berusaha memenuhi kepentingan orang lain terlebih dalu.


Sebenarnya kemampuan anak tidak hanya berkembang secara fisik, sebab secara psikologis pun setiap anak akan memperkembangkan rasa tanggung jawab seiring dengan perkembangan emosi dan sosialnya. Makin besar anak, rasa tanggung jawabnya terhadap lingkungan sekitar pun semakin berkembang. Namun, tentu saja semuanya mem-butuhkan rangsangan, agar potensi yang telah ada berkembang sesuai dengan apa yang diharapkan. Caranya adalah dengan memberi banyak latihan dan bimbingan yang membutuhkan banyak kesabaran.

Salah satu ciri dari perkembangan emosi dan sosial pada anak adalah adanya rasa tanggung jawab yang lebih besar. Berkembangnya rasa tanggung jawab ini ditandai dengan usaha serta jerih payah anak untuk melakukan segala sesuatunya dengan baik dan benar. Setiap langkah serta sikap yang mereka ambil hampir dipastikan selalu telah melalui perhitungan yang masak. Semua ini mereka lakukan dalam usaha untuk mewujudkan citra diri yang baik guna memenuhi harapan-harapan orang tua terhadap mereka.

Menanamkan rasa tanggung jawab sebaiknya dilakukan dengan memberi contoh konkrit. Kalau orang tua seenaknya membuang pun-tung rokok atau kulit pisang sembarangan, segala nasihat atau anjuran tidak akan ada hasilnya. Orang tua ada-lah cermin bagi anak-anak dan contoh yang paling dekat untuk ditiru.


Dari sikap dan tingkah laku orang tua, anak secara berangsur-angsur belajar untuk menjadi orang yang bertanggung jawab. Ini berarti anak perlu belajar bahwa apa yang dilakukannya itu mempunyai konsekuensi yang sesuai maupun tidak. Misalnya, anak makan lambat sehingga terlambat datang ke sekolah. Dan kemudian orang tua sengaja tidak menyuruhnya cepat-cepat menghabiskan makanannya serta mem-biarkan ia dimarahi guru atas keterlambatannya itu. Apa yang dilakukan orang tua ini sudah merupakan salah satu cara untuk menga-jarkan anak bertanggung jawab terhadap tingkah lakunya.
Menjadi orang tua, memang dituntut suatu sikap serta tanggung jawab yang besar juga. Dalam usahanya untuk menjadi tokoh yang dikagumi, sehingga anak-anak meniru mereka, ia tidak hanya meniru apa yang dilihatnya, ia juga mengambil alih perasaan-perasaan orang tua dan mengidentifikasikan diri dengan mereka. Sikap orang tua ini akan meresap dalam kalbu anak dan anggota keluarga yang lain. Anak yang dibesarkan dalam keluarga yang mengutamakan gotong-royong untuk kepentingan bersama nanti akan menunjukkan sikap bertanggung jawab terhadap keluarga dan lingkungannya.
Kebanyakan anak ingin melakukan sesuatu dengan benar. Di sam-ping itu mereka juga ingin melakukan sesuatu untuk orang lain. Tetapi, sikap tidak percaya yang ditampilkan orang tua atau orang dewasa lain-nya dengan sekejap dapat mematahkan semua keinginan anak tersebut.
Pada hakikatnya kepercayaan orang tua merupakan sumber keper-cayaan diri anak. Jadi, apabila orang tua percaya pada usaha anak dan bahwa anak bisa menampilkan sesuatu sebagaimana yang diharapkan, maka anak pun akan menyelesaikan tanggung jawabnya dengan baik. Namun, bila anak merasa bahwa orang tua mereka tidak memper-cayainya, anak akan merasa terombang-ambing. la tidak akan memiliki rasa percaya diri bahwa ia akan dapat menyelesaikannya dengan baik. Ini pula yang membuat anak seperti tidak bertanggung jawab terhadap tingkah lakunya.

Di dalam berbagai hubungan, orang tua tidak patut menuntut terlalu banyak dari anak. Tidak patut menganggap si anak sebagai orang dewasa, yang sudah patut menerima tanggung jawab yang lebih besar. Betapapun, si anak harus diperlakukan sebagai anak sesuai dengan kesanggupannya, menyesuaikan tanggung jawab itu sesuai dengan usia dan kemampuan fisik dan mentalnya. 

Acap kali orang tua salah memberi tanggung jawab kepada anak di rumah, tanpa memikirkan akibat-akibat yang mungkin timbul, mereka memaksakan si anak melakukan tugas yang sebenarnya belum dapa; diselesaikannya. Hal seperti ini membuat si anak merasa kuatir tidak dapat menyelesaikan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Kekuatiran semacam ini dapat membahayakan perkembangan kepribadian anak.


Kita seyogianya menyadari, bahwa setiap anak dalam suatu keluarga merupakan pribadi-pribadi unik. Masing-masing berbeda secara individual, baik dalam perkembangan maupun kepribadiannya. Oleh sebab itu jenis tugas yang sama belum tentu dapat diselesaikan dengan hasil yang sama baiknya oleh setiap anak. Misalnya saja, saat Elis berusia 5 tahun ia telah mampu rserapikan tempat tidurnya sendiri, suatu prestasi yang belum dapat dicapai saudara-saudaranya sampai beberapa waktu kemudian. Tidaklah bijaksana untuk membanding-bandingkan kemampuan anak yang satu dengan yang lain dalam keluarga. Usia bukanlah satu-satunya faktor yang dapat dijadikan bahan perbandingan. Ada faktor lain yang menunjang kemampur i mereka untuk dapat menyelesaikan suatu tugas tertentu, misalnya faktor ketelitian. Namun secara umum, tahapan usia tetap dapat dipakai sebagai patokan dasar.
Anak yang biasa dihadapkan pada keadaan yang penuh tantangan akan memperoleh kepercayaan diri yang lebih besar. Di samping itu ia akan lebih berpartisipasi dan bertanggung jawab dalam tugas-tugas rutin kehidupan keluarganya maupun sekolah. Dengan memberi kesempatan pada anak untuk ikut bertanggung jawab berarti secara tidak langsung orang tua mengatakan pada anak, “Ayah percaya kepadamu” atau “Ibu percaya kamu akan mengambil keputusan yang benar.”


Rasa tanggung jawab bukanlah hal yang dapat diletakkan pada seseorang dari luar. Rasa tanggung jawab tumbuh dari dalam, men-dapatkan pemupukan dan pengarahan dari nilai-nilai yang kita hirur dalam lingkungan keluarga dan masyarakat. Rasa tanggung jawab yang tid- . bertumpu pada nilai-nilai positif, dapat berubah menjadi sesuatu yang asosial dan destruktif
Berbicara mengenai tanggung jawab ini, Dr. Haim G. Ginott, dalam bukunya “Between Parent and Child” berpendapat, rasa tanggung jawab sejati harus bersumber pada nilai-nilai asasi kemanusian: hormat kepada hidup sesama manusia, kebebasan, dan pencarian kebahagiaan. Namun kita jarang melihat masalah tanggungg jawab dalam kerangka yang lebih luas itu. Kita cenderung untuk melihat rasa tanggung jawab dari segi-segi yang kongkret: kamar anak bersih atau tidak; anak sering terlambat datang ke sekolah atau tidak; bagaimana dengan pekerjaan rumahnya; bagaimana dengan latihan tarinya; tingkah lakunya sopan atau tidak dan sebagainya.


Sesungguhnya, sebagaimana sering dikatakan para ahli, bahwa anak harus belajar bertanggung jawab atas empat hal. Mainannya, pakaiannya, binatang peliharaannya dan yang terpenting dirinya sendiri. Sebaiknya tanggung jawab diajarkan sedini mungkin. Karena makin terlambat tanggung jawab diajarkan, makin sulitlah baginya kelak untuk memikul tanggung jawab itu. Dan, orang tualah tokoh yang paling bertanggung jawab dalam hal menanamkan rasa tanggung jawab pada anak.

#5 Belajar Menjelang Ujian


Belajar Menjelang Ujian

Hasil gambar untuk belajar

Belajar saat menjelang ujian sangat penting untuk itu tidak ada salahnya mencoba beberapa tips cara belajar efektif untuk menghadapi ujian dibawah ini.
1.      Buat Suasana Belajar Yang Nyaman (kondusif)

Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain. Hal ini mengingat bahwa masing-masing anak memiliki gaya belajar sendiri-sendiri, sesuaikan dengan diri anda.

2. Pilih Waktu Belajar yang Tepat

Waktu belajar yang paling pas adalah pada saat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar yang sama. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah. Jangan dibiasakan belajar dengan SKS (sistem  kebut semalam):D karena ini tidak memberikan manfaat tapi malah membuat kita lelah.

3. Kembangkan Materi Yang Sudah di Pelajari

Jika kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara belajar ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis. Hal ini perlu dikembangkan karena selain melatih kita untuk berfikir kritis juga akan lebih mengingat dan memahami materi yang baru saja kita pelajari.

4. Mencatat Pokok-Pokok Pelajaran

Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian. Atau kata lain membuat rangkuman materi yang kita pelajar. Bisa juga membuat peta konsep, karena ini akan menambah daya ingat kita akan materi pelajaran.

5. Membaca Adalah Kunci Belajar

Ingat pepatah lama mengatakan, buku adalah jendela dunia. Akan tetapi jika tidak dibaca hal ini juga sama saja, tidak ada artinya. Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.

6. Belajar Itu Memahami Bukan Sekedar Menghapal

Ya, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.

7. Hapalkan Kata-Kata Kunci

Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.

8. Kembangkan Materi Yang Sudah di Pelajari

Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara belajar ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.

9. Latih Sendiri Kemampuan Kita

Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.

10. Sediakan Waktu Untuk Istirahat

Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru.

Satu lagi, tujuan dari ulangan dan ujian adalah mengukur sejauh mana kemampuan kita untuk memahami materi pelajaran di sekolah. Selain menjawab soal-soal latihan, ada cara lain untuk mengetes apakah kita sudah paham suatu materi atau belum. Coba kita jelaskan dengan kata-kata sendiri setiap materi yang sudah dipelajari. Kalau kita bisa menerangkan dengan jelas dan teratur, tak perlu detail, berarti kita sudah paham.

Yang terakhir adalah persiapkan mental (psikis) kalian, jika materi sudah anda kuasai tanpa didukung dengan mental (psikis) yang baik maka hal itu akan mengurangi kesiapan kita dalam menghadapi ujian. Tidak sedikit yang mengalami demam panggung (grogi, kurang pd) pada saat ujian, hal ini akan membuat konsentrasi kita terpecah dan materi pelajaran yang semula kita kuasa akan lupa pada saat ujian. Anggap ujian itu seperti ulangan harian saja, tidak usah takut, optimis kalau kita bisa.



Read more https://belajarpsikologi.com/tips-cara-belajar-efektif-untuk-menghadapi-ujian/

#4 Cara Mengatur Keuangan Anak Kos


Cara Mengatur Keuangan Anak Kos

Hasil gambar untuk artikel mengatur keuangan

Bagaimana caranya mengatur keuangan untuk anak kos? Sebenarnya tidak susah-susah amat kok. Asalkan kamu mau disiplin dan menahan hasrat agar tidak mengeluarkan uang berlebih.

Berikut akan kami paparkan beberapa cara mengatur keuangan bagi anak kost yang efektif untuk kamu terapkan.

1. Bikin Anggaran Pengeluaran Setiap Bulan

Perkiraan ini penting agar kamu bisa mengetahui ke pos-pos mana saja uang akan kamu keluarkan. Misalnya saja, pos terbesar adalah pos pengeluaran untuk makan, membayar kos, dan keperluan kuliah. Sebisa mungkin kamu disiplin dalam mengeluarkan anggaran. Boleh kurang dan jangan lebih dari anggaran ya!

2. Belajar Memasak!

Kalau kamu malas hitung-hitungan, maka kamu harus tahu bahwa dengan memasak makanan sendiri kamu akan menghemat jauh-jauh lebih banyak daripada jika kamu katering atau beli makanan di luar. Misalkan dengan biaya seratus ribu rupiah, kamu sudah bisa menikmati makan tiga kali sehari dalam satu minggu!

Lalu bagaimana jika kamu tidak bisa masak? Jangan khawatir. Kamu bisa melihat caranya di berbagai akun memasak baik di Youtube atau Dingo. Jika kamu masih bingung dalam memasak lauk seperti ikan atau ayam misalnya, gunakan tiga bumbu dasar saja seperti bawang putih, lada, garam, lalu goreng. Praktis!

3. Bekerja Paruh Waktu

Ini adalah beberapa alasan mengapa sebaiknya kamu memanfaatkan waktumu untuk bekerja paruh waktu :

Kamu mendapatkan penghasilan tambahan. Sehingga kualitas hidup kamu sebagai anak kos juga meningkat.
Kamu mendapatkan pengalaman. Ketika kamu sudah lulus, kamu sudah memiliki pengalaman kerja ketika melamar ke sebuah perusahaan. Perusahaan yang akan menerima kamu juga pasti sangat terkesan karena kamu dianggap sebagai seorang pekerja keras karena berani bekerja ketika kuliah.
Kamu mendapatkan pandangan. Karena sudah tahu rasanya bekerja sedari kuliah, kamu bisa lebih tegas menentukan langkah selanjutnya yang akan kamu ambil ketika kamu lulus kuliah nanti. Apakah kamu tetap ingin bekerja atau malah memilih untuk merintis usaha sendiri.
Kamu mendapatkan networking. Ketika bekerja paruh waktu kamu akan berkenalan dengan banyak orang. Ingatlah bahwa kamu harus baik pada setiap orang. Karena kita tidak tahu di masa depan, siapa tahu rejekimu terbuka dari salah satu networkingmu yang sekarang.


Bekerja paruh waktu juga tidak berarti kamu harus bekerja di sebuah perusahaan atau di sebuah tempat. Bagi kamu yang nyaman bekerja sendiri, kamu bisa bekerja secara mandiri di kamar kosmu. Bekerja online saat ini juga sudah memberikan penghasilan yang tidak bisa dianggap remeh. Kamu bisa memilih pekerjaan sesuai dengan skill yang kamu miliki. Misalnya menjadi penterjemah, penulis, atau desainer grafis.

4. Menabung!

Selalu ada alasan untuk menabung. Tabungan juga dapat kamu gunakan sebagai dana darurat ketika terjadi suatu hal yang tak diinginkan. Alih-alih menabung di Bank, kamu bisa menabung di celengan, seperti kamu kecil dulu. Disiplinkan diri untuk menabung setiap hari dengan nominal berapapun yang kamu sanggup. Bila sedang kering-keringnya kamu juga bisa menabung dengan uang recehan. Yang pasti, jangan lewatkan seharipun tanpa kamu mengisi celenganmu!

5. Manfaatkan Wifi Gratisan

Semua orang tahu bahwa kebutuhan akan jaringan internet saat ini menjadi salah satu kebutuhan dasar bagi siapapun, termasuk kamu para mahasiswa yang masih harus banyak belajar dan googling sana sini. Untuk menghemat biaya wifi, kamu bisa menandai setiap tempat yang memberikan fasilitas wifi gratis. Misalnya perpustakaan, restoran, publik area, atau tempat-tempat lainnya. Buat daftar tempat-tempat tersebut dan datangi mereka secara bergantian untuk mengerjakan tugas yang membutuhkan banyak koneksi internet.

6. Selektif memilih Operator Selular

Kebutuhan akan jaringan komunikasi juga kamu butuhkan sebagai pelajar dan mahasiswa. Pastikan kamu selekif memilih jaringan operator seluler yang memberikan tarif dengan hemat. Oh ya, jika kamu memiliki hp android, kamu bisa me non aktifkan lalu lintas data ketika hp tidak digunakan sehingga lebih hemat.

7. Hemat Menjadi Sahabat

Selalu lihat celah untuk menjadi seorang yang lebih hemat. Misalnya dengan lebih banyak berjalan kaki daripada naik angkutan umum, mencuci baju sendiri, tidak menolak ketika teman ingin mentraktir atau mengajak makan di rumahnya, menggunakan shampoo bayi yang bisa digunakan sekaligus sebagai sabun dan lain-lain.

Seni berhemat tergantung kepada dirimu sendiri dan lingkungan dimana kamu tinggal. Semakin jeli kamu melihat celah untuk berhemat, maka semakin pandai kamu dan lama kelamaan sifat hemat menjadi sahabatmu.
Jangan khawatir, meskipun saat ini kamu hidup dengan super hemat dan menunda banyak kesenangan untuk dilakukan, namun ingat-ingatlah bahwa masa depan cerah menantimu di depan sana. Susah payahmu sebagai anak kos akan terbayar lunas dan tuntas, yang penting untuk saat ini kamu harus bersabar, selalu bersyukur dan tetaplah semangat!

#3 Tips Mudik Saat Lebaran


Tips Mudik Saat Lebaran

Hasil gambar untuk mudik

Mudik dengan mobil bukannya tidak butuh persiapan. Kamu harus cek kondisi dan perlengkapan mobil sebelum berangkat mudik untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Agar mudik dengan mobil lebih nyaman, baiknya kamu ketahui benda-benda yang wajib ada di mobil selama perjalanan mudik.

1. Perkakas Mobil

Perkakas mobil sangat dibutuhkan sebagai persiapan menghadapi kendaraan darurat. Kamu bisa membawa satu rangkai perkakas mobil yang sesuai dengan kebutuhan mobil kamu dari pada hanya memilih untuk membawa beberapa perkakas. Namun, jika kamu tidak punya perkakas lengkap, perkakas yang wajib ada di mobil selama perjalanan mudik adalah kunci pas, tang, dongkrak, ban cadangan, alat isi angin, kabel jumper, kunci setir, dan tali untuk menarik mobil.

2. Alat Navigasi

Alat navigasi atau GPS sangat penting ada dalam mobil untuk memantau situasi jalur mudik. Jika mobil kamu tidak dilengkapi alat navigasi atau GPS, kamu bisa menggunakan alat navigasi di smartphone kamu. Beberapa aplikasi navigasi di smartphone bahkan menyediakan informasi tempat istirahat dan kejadian real time di jalur mudik. Jangan lupa juga bawa power bank dan charger supaya alat navigasi di smartphone kamu bisa berfungsi dengan baik.

3. Kotak P3K

Kotak P3K menjadi penting apalagi jika kamu pergi mudik dengan anak-anak. Segala obat-obatan penting yang dibutuhkan dan pertolongan pertama seperti perban dan plester, obat anti mabuk perjalanan, minyak kayu putih, balsem, hingga termometer harus ada dalam kotak P3K.

4. Roof Box

Barang bawaan yang banyak saat mudik biasanya tidak memungkinkan untuk diletakkan di dalam bagasi mobil. Inilah kenapa kamu butuh roof box sebagai tambahan bagasi yang diletakkan di atas mobil. Penggunaan roof box juga bisa membuat tempat duduk di mobil lebih nyaman karena kamu tidak harus meletakkan barang bawaan yang tidak muat di bagasi di tempat duduk penumpang.

5. Pengharum Mobil

Udara di mobil selama perjalanan juga perlu diperhatikan. Bau tidak sedap dalam mobil akan sangat mengganggu mood dan konsentrasi pengemudi di perjalanan. Karena itulah selain menyediakan tempat sampah dan membuang sampah dari mobil saat beristirahat, pengharum mobil juga dibutuhkan untuk menjaga udara di dalam mobil tetap terasa menyegarkan dan menenangkan.

#2 Dampak Penggunaan Gadget Pada Mata


Dampak Penggunaan Gadget Pada Mata

Hasil gambar untuk gadget pada mata

Tanpa disadari penggunaan gadget secara terus menerus dapat mengakibatkan berbagai masalah pada mata,seperti mata lelah ,merah, penglihatan yang buram, mata kering hingga iritasi ringan. Berikut beberapa kegiatan yang perlu dibatasi dalam penggunaan gadget :

1. Bermain Games
Beberapa pakar berpendapat bahwa bermain video games terlalu lama dalam jangka panjang akan menimbulkan resiko mata minus atau rabun jauh bagi seseorang, sebagaimana efek yang ditimbulkan saat kita terlalu lama bermain komputer. Efek lainnya antara lain kelelahan mata, pandangan kabur, hingga sakit kepala yang muncul saat kita sudah asyik dengan permainan dan lupa untuk beristirahat. Masalah penglihatan yang disebabkan video games adalah karena mata yang tidak lagi terfokus pada permukaan yang datar namun secara terus menerus akan merubah fokus sehingga kelelahan mata akan timbul. Mata cenderung "terkunci” ke dalam layar dan hal ini dapat menyulitkan mata untuk fokus pada objek lain bahkan dalam waktu lama setelah selesai bermain. Selain itu, mata juga akan jarang berkedip dan menyebabkan kekeringan.

2. Bekerja Menggunakan Laptop atau Komputer
Sebenarnya layar komputer atau laptop tidak menimbulkan radiasi yang berbahaya bagi mata.  Namun terkadang kita yang salah dalam menempatkan dan mengatur cahaya dari layar tersebut. Jika Anda kerap beraktivitas menggunakan laptop atau komputer, sebaiknya letakan monitor sekitar 50-60 sentimeter dari mata. Penerangan dari laptop tidak boleh terlalu terang dan tidak boleh terlalu redup. Jadi, cahaya laptop sebaiknya sedang dan ada penerangan di ruangan (di atas) laptop. Ada sebagian orang yang memasang alat pengurang paparan ultraviolet pada layar monitor. Sebenarnya efeknya tidak terlalu optimal.

Dan yang terpenting, istirahatkan mata Anda setiap 20 menit sekali.

3. Smartphone dan Tablet
Smartphone dan tablet banyak sekali di gunakan untuk membaca email ,sms,browsing internet sampai untuk menonton video. Dari studi yang telah dilakukan menunjukan bahwa kelelahan mata dapat terjadi apabila kita melihat melalui screen yang kecil dalam durasi yang lama.Umumnya orang menggunakan smart phone dan komputer tablet dengan jarak yang lebih dekat dari pada membaca buku atau koran sehingga mata menjadi lebih cepat lelah. Memperbesar ukuran font pada gadget dan mengatur jarak kira-kira 30 – 40 cm dari mata dapat membantu mengurangi gejala mata lelah.


#1 Bahaya Rokok Elektrik (Vape)


Bahaya Rokok Eletrik

Hasil gambar untuk vape

Penggunaan rokok elektrik telah menjadi kontroversi di antara para perokok. Ada beberapa penelitian yang menunjukkan bahwa rokok elektrik dapat membantu menghentikan kebiasaan merokok, serta banyak klaim yang menyebut rokok eletrik lebih aman dibandingkan rokok biasa.

Benar atau tidaknya klaim tersebut belum dapat dipastikan, karena penelitian yang mengkaji dampak penggunaan rokok elektrik dalam jangka panjang masih belum banyak dilakukan.

Itulah sebabnya Anda perlu berhati-hati jika ingin beralih ke rokok jenis ini sebagai cara untuk berhenti merokok. Dampak negatif rokok elektrik belum tentu lebih sedikit daripada rokok biasa. Berikut ini adalah beberapa efek samping dari rokok elektrik yang perlu Anda ketahui:

1. Meningkatkan risiko penyakit darah tinggi, diabetes, dan sakit jantung
Sebagian besar cairan yang dipakai untuk rokok elektrik mengandung zat nikotin. Beberapa kondisi yang dapat muncul akibat penggunaan nikotin dalam jangka panjang adalah naiknya tekanan darah dan denyut jantung, serta peningkatan risiko terkena resistensi insulin, diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

2. Meningkatkan risiko kanker
Sebagian merek cairan untuk rokok elektrik mengandung formaldehida yang dapat menyebabkan kanker. Selain itu, beberapa bahan dasar cairan ini, seperti propelin glikol dan gliserol, juga bisa berubah menjadi formaldehida jika dipanaskan. Hal ini membuat penggunaan rokok elektrik dianggap dapat meningkatkan risiko munculnya kanker, seperti kanker paru-paru.

3. Meningkatkan risiko kerusakan paru-paru
Aroma lezat yang dihasilkan oleh rokok elektrik berasal dari zat berbahaya yang bernama diasetil. Jika terhirup, zat ini akan menyebabkan peradangan serta kerusakan pada paru-paru, dan berisiko mengakibatkan penyakit bronchiolitis obliterans (paru-paru popcorn).

Bronchiolitis obliterans adalah penyakit paru-paru langka, di mana bronkiolus atau saluran napas terkecil dalam paru-paru mengalami kerusakan permanen.

4. Menurunkan daya ingat pada anak-anak
Rokok elektrik sangat populer digunakan di kalangan remaja dan dewasa muda. Beberapa penelitian sejauh ini mengungkapkan bahwa kandungan nikotin dalam rokok elektrik dapat membuat anak remaja menjadi lebih aktif.

Namun bila digunakan dalam jangka panjang, kandungan nikotin ini dapat mengganggu daya ingat dan konsentrasi, terutama bila pengguna rokok elektrik juga menggunakan rokok biasa, atau mengonsumsi alkohol dan narkoba.

5. Menyebabkan kecanduan
Efek samping lain yang bisa ditimbulkan dari rokok elektrik adalah rasa kecanduan. Berhenti menggunakan rokok elektrik dapat membuat penggunanya mengalami stres, mudah marah, gelisah, dan sulit tidur .

Bahaya lainnya yang juga perlu diperhatikan, ada beberapa laporan yang menyatakan bahwa alat di dalam rokok elektrik dapat terbakar atau bahkan meledak bila beterainya terlalu panas.

Jika dibandingkan asap rokok biasa, asap rokok elektrik memang dianggap lebih aman bagi perokok pasif, karena kadar zat beracun dan bahan iritan di dalamnya lebih rendah. Meski demikian, asap rokok elektrik tetap bisa menyebabkan iritasi mata, batuk pilek, sesak napas, dan pusing, bila terhirup oleh orang-orang di sekitarnya.

Efek samping rokok elektrik sejauh ini masih belum diketahui secara pasti, sehingga tetap perlu diwaspadai karena mungkin saja lebih buruk daripada rokok biasa. Bagaimanapun, tidak merokok sama sekali tentu lebih baik. Jika Anda mengalami kesulitan untuk berhenti merokok, cobalah berkonsultasi dengan dokter.