Wednesday, November 6, 2019 | By: Fajar Aji Kurniawan

Biografi Menteri Pertahanan Indonesia "Prabowo Subianto Djojohadikusumo "


Biografi Menteri Pertahanan Indonesia
Prabowo Subianto Djojohadikusumo

Prabowo Subianto Djojohadikusumo lahir di Jakarta, 17 Oktober 1951. Beliau merupakan putra dari pasangan Soemitro Djojohadikusumo dan Dora Marie Sigar. Ia anak ketiga dari empat bersaudara. Kedua kakaknya perempuan, Biantiningsih Miderawati dan Maryani Ekowati, dan satu adik laki-laki, Hashim Djojohadikusumo. Prabowo menikah dengan Siti Hediati Hariyadi, anak dari Presiden Soeharto. Dari pernikahannya dikaruniai satu orang anak bernama Ragowo Didiet Hediprasetyo.
Sejak kecil Prabowo tinggal berpindah-pindah tempat di luar negeri karena mengikuti tugas orang tuanya. Dari satu negeri ke negeri lain. Begitu juga dengan pendidikan dasar hingga menengah yang selalu berganti-ganti.
Prabowo sempat mengenyam pendidikan SD di Hongkong, lalu pindah ke Malaysia, Swiss. Hingga dia menamatkan SMA-nya di American School di Inggris. Pada usia 16 tahun, seperti disebutkan dalam situs pribadinya, Prabowo kembali ke Indonesia. Dia diperkanalkan oleh ayahnya tentang masyarakat Indonesia. Prabowo muda tidak hanya sekadar ikut pasif, tapi dia terlibat aktif dalam pertemuan-pertemuan yang digelar orang tuanya. Di mana saat itu orang tua Prabowo dikenal sebagai seorang begawan ekonomi dan aktivis sosialis.
Prabowo turut mendirikan lembaga swadaya masyarakat pertama di Indonesia bernama Lembaga Pembangunan. Prabowo mulai terlibat membangun jaringan sosial yang dulu pernah dibangun oleh orang tuanya, dia punya ide mengumpulkan kembali anak-anak petinggi Partai Sosial Indonesia (PSI) yang dulu orang tuanya aktif di sana. Niat menggeloranya terhenti, pada tahun 1970. Pada usia 19 tahun tersebut, Prabowo memutuskan untuk masuk pendidikan di Akademi Militer Nasional (AMN) di Magelang, Jawa Tengah. Padahal sebelumnnya, ia sudah diterima kuliah di University of Colorado dan George Washington University, Amerika Serikat.
Prabowo lulus di AMN pada tahun 1974. Dua tahun kemudian, ia bergabung dengan Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Angkatan Darat. Di satuan inilah yang membesarkan namanya. Ia mulai jadi komandan Peleton Para Komando Group-1. Puncaknya ia menjadi orang nomor satu di Kopassus pada tahun 1996-1998. Apalagi saat itu mertuanya Soeharto sebagai Presiden RI. Karier militernya terus meningkat menjadi Panglima Kostrad pada tahun 1998. Dia tidak lama di Kostrad karena situasi politik nasional, maraknya demonstrasi dan lengsernya Presiden Soeharto. Pada tahun yang sama, dia digeser menjadi Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI. Di sini pun dia hanya menjabat sebentar. Setelah tidak menjabat dan pensiun dari militer, Prabowo meninggalkan Indonesia dan tinggal di Yordania dan Jerman. Dia di sana menekuni bisnis bersama adiknya, Hasyim yang terlebih dulu menjadi pengusaha. Setelah sekitar 7 tahun menekuni bisnis dan hilang dari hingar bingar Indonesia, ia kembali ke tanah air dengan tampil di publik.
Pada tahun 2004, dia mencoba bertarung menjadi calon presiden melalui konvensi Partai Golkar. Belum berhasil di Golkar, dia membangun jaringan tani, ia terpilih sebagai Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) 2004. Pada tahun 2004, dia maju sebagai calon wakil presiden berpasangan dengan capres Megawati. Lagi-lagi belum berhasil. Pada 2008, dia mendirikan Partai Gerindra sekaligus sebagai Ketua Dewan Pembina. Pada Pilpres 2014, dia maju sebagai calon presiden berpasangan dengan Hatta Rajasa. Prabowo ingin Indonesia menjadi tuan di negerinya sendiri dan disegani dunia. Sayang, pasangan ini belum berhasil menang.
Tapi partainya Prabowo, meraih kenaikkan suara yang signifikan pada Pemilu 2014 dengan menjadi peringkat ketiga setelah PDIP dan Golkar.

Keluarga
  •  Istri      :Siti Hediati Hariyadi (Berpisah)
  •   Anak   :Ragowo Didiet Hediprasetyo


Pendidikan
  • SD (Hongkong)
  • Victoria Institution (Malaysia)
  •  International School (Swiss)
  •  American School in London, United Kingdom, 1969
  • AKABRI Magelang (1970-1974)

Karier
  • ·         Komandan Peleton Para Komando Group-1 Kopassandha (1976)
  • ·         Komandan Kompi Para Komando Group-1 Kopassandha (1977)
  • ·         Wakil Komandan Detasemen-81 Kopassus (1983-1985)
  • ·         Wakil Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1985-1987)
  • ·         Komandan Batalyon Infanteri Lintas Udara 328 Kostrad (1987-1991)
  • ·         Kepala Staf Brigade Infanteri Lintas Udara 17/Kujang I/Kostrad (1991-1993)
  • ·         Komandan Group-3/Pusat Pendidikan Pasukan Khusus (1993-1995)
  • ·         Wakil Komandan Komando Pasukan Khusus (1994)
  • ·         Komandan Komando Pasukan Khusus (1995-1996)
  • ·         Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (1996-1998)
  • ·         Panglima Komando Cadangan Strategi TNI Angkatan Darat (1998)
  • ·         Komandan Sekolah Staf dan Komando ABRI (1998)
  • ·         Pendiri Partai Gerindra, (2008)
  • ·         Ketua Umum HKTI Periode (2004-2009)
  • ·         Ketua Umum HKTI Periode (2010-2015)
  • ·         Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Periode (2001-2011)
  • ·         Komisari Perusahaan Migas Karazanbasmunai di Kazakhstan
  • ·         Komisaris Utama PT Tidar Kerinci Agung
  • ·         Presiden CEO PT Nusantara Energy
  • ·         Presiden CEO PT Jaladri Nusantara
  • ·         Dewan Penasihat Organisasi Kosgoro
  • ·         Ketua Yayasan Pendidikan Kebangsaan (Universitas Kebangsaan)
  • ·         Pendiri Koperasi Swadesi Indonesia (KSI)
  • ·         Menteri Pertahanan (2019-2024)


Penghargaan
  • ·         Satya Lencana Kesetiaan XVI
  • ·         Satya Lencana Seroja Ulangan-III
  • ·         Satya Lencana Raksaka Dharma
  • ·         Satya Lencana Dwija Sistha
  • ·         Satya Lencana Wira Karya
  • ·         The First Class The Padin Medal Ops Honor dari Pemerintah Kamboja
  • ·         Bintang Yudha Dharma Naraya


Sunday, October 6, 2019 | By: Fajar Aji Kurniawan

PERAN KOMPETENSI DALAM MEWUJUDKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERDAYA SAING TINGGI DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0: SUATU TINJAUAN KONSEPTUAL


Manajemen Pemasaran Revolusi Industri 4.0

TUGAS BEDAH JURNAL
PERAN KOMPETENSI DALAM MEWUJUDKAN SUMBER DAYA
MANUSIA YANG BERDAYA SAING TINGGI DI ERA REVOLUSI
INDUSTRI 4.0: SUATU TINJAUAN KONSEPTUAL
Nama Penulis
Judul
Metode yang digunakan
Kesimpulan
Mislan Sihite
PERAN KOMPETENSI DALAM MEWUJUDKAN SUMBER DAYA
MANUSIA YANG BERDAYA SAING TINGGI DI ERA REVOLUSI
INDUSTRI 4.0: SUATU TINJAUAN KONSEPTUAL

Metode Deskriptif
Bahwa kompetensi sangat
berperan penting dalam mewujudkan
SDM yang berdaya saing tinggi di
era revolusi industri 4.0. Seorang
SDM harus selalu berusaha untuk
meningkatkan pengetahuan,
ketrampilan dan sikap, sehingga
SDM tersebut dapat memiliki
keunggulan dalam berkontribusi
mewujudkan visi dan misi
organisasi.
Suatu organisasi dalam
mewujudkan SDM yang berdaya
saing tinggi di era revolusi industri
4.0 perlu melakukan upaya
peningkatan kompetensi SDM sesuai
yang dibutuhkan, pendidikan dan
pelatihan serta perubahan budaya
kerja yang kompetitif. Peran
kompetensi dalam mewujudkan
SDM yang berdaya saing tinggi
dapat dilakukan dengan cara
peningkatan kompetensi, pendidikan
dan pelatihan, perubahan budaya
kerja.

Sumber Referensi:
Jurnal Ilmiah Methonomi
p-ISSN: 2460-562X
Volume 4 Nomor 2 (2018)
e-ISSN: 2598-9693
Fakultas Ekonomi Universitas Methodist Indonesia



Friday, October 4, 2019 | By: Fajar Aji Kurniawan

Apa yang Dimaksud Revolusi Industri 4.0?


Revolusi Industri 4.0




Hallo Teman.... perkenalkan Nama Saya Fajar Aji Kurniawan, disini saya akan menjelaskan yang saya ketahui mengenai revolusi industri 4.0. Sebelum melangkah lebih jauh, pertama-tama kita harus mengetahui apa yang dimaksud dengan revolusi industri 4.0. Secara singkat, revolusi industri 4.0 dapat diartikan sebagai sebuah trend di dunia yang menggabungkan sebuah teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber atau dapat diartikan sebagai perubahan besar dan radikal terhadap cara manusia memproduksi barang. Bicara soal revolusi industri, sebagian besar dari kalian pasti sudah pernah belajar tentang revolusi industri, kan? Biasanya di pelajaran ekonomi sering banget membahas ini. Nah, mungkin beberapa dari kalian bingung, kenapa kok judulnya revolusi industri 4.0. Kok sudah keempat? pertama, kedua, dan ketiganya mana?
Di artikel ini Saya akan paparkan tentang revolusi industri, mulai dari yang pertama, hingga yang keempat ini. Yuk, digeser kebawah!

Revolusi Industri 1.0
Revolusi industri pertama adalah proses yang dimulai dengan ditemukannya dan digunakannya mesin uap dalam proses produksi barang. Penemuan ini penting sekali, karena sebelum adanya mesin uap, kita cuma bisa mengandalkan tenaga otot, tenaga air, dan tenaga angin untuk menggerakkan apapun. Masalahnya, tenaga otot amat terbatas.  Karena tenaga mesin tidak dibatasi oleh otot, angin, dan air terjun, terjadilah penghematan biaya dalam jumlah luar biasa di bidang produksi, transportasi, bahkan militer. Barang-barang yang diproduksi menjadi jauh lebih banyak, lebih murah, dan lebih mudah didapat. Uang yang semula dipakai untuk memproduksi dan membeli barang-barang mahal tersebut kini bisa dipakai untuk hal lain, sehingga barang-barang yang tak diproduksi menggunakan mesin uap pun menjadi jauh lebih laku. Revolusi industri ini juga mengubah masyarakat dunia, dari masyarakat agraris di mana mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani, menjadi masyarakat industri. Intinya, kelangkaan tenaga yang semula mendominasi kesukaran manusia dalam berlayar, dalam memproduksi, mendadak lenyap. Tenaga tidak lagi dipasok cuma oleh otot, angin, dan air terjun, tapi juga oleh mesin uap yang jauh lebih kuat, lebih fleksibel, dan lebih awet. Terakhir, kelangkaan yang dikurangi adalah kelangkaan tenaga kerja. Semula begitu banyak manusia dibutuhkan untuk menjalankan mesin-mesin produksi. Kini mendadak semua tenaga itu digantikan mesin uap. Artinya, mendadak semua tenaga manusia tersebut jadi bebas, mereka bisa dipekerjakan di bidang lain. Perubahan-perubahan ini amat penting sebab perubahan ini berarti menghilangkan keistimewaan para bangsawan. Berkat mesin uap, produksi kini bisa berlangsung di mana saja. Namun, dampak negatif revolusi industri ini, selain pencemaran lingkungan akibat asap mesin uap dan limbah-limbah pabrik lainnya yang sudah kalian pelajari di buku teks sekolah kalian, adalah penjajahan di seluruh dunia.

Revolusi Industri 2.0
Setelah tenaga otot sudah digantikan oleh mesin uap, dan kini tenaga uap mulai digantikan dengan tenaga listrik. Tetapi, proses produksi di pabrik masih jauh dari proses produksi di pabrik modern misalnya transportasi. Pengangkutan produk di dalam pabrik masih berat, sehingga macam-macam barang besar, seperti mobil, harus diproduksi dengan cara dirakit di satu tempat yang sama.
Nah, itu baru industri 2.0, revolusi apa lagi yang berikutnya? Tebakan Saya sih kalian bisa menebak kelanjutannya, sebab komponen terpenting industri 3.0 sudah sering  kalian temui.

Revolusi Industri 3.0
Setelah mengganti tenaga otot dengan uap, lalu perubahan apa lagi yang bisa terjadi di dunia industri? Faktor berikutnya yang diganti adalah manusianya. Setelah revolusi industri kedua, manusia masih berperan amat penting dalam produksi barang-barang, seperti udah disebutkan sebelumnya, ini adalah era industri. Revolusi industri ketiga mengubahnya. Setelah revolusi ini, abad industri pelan-pelan berakhir, abad informasi dimulai. Jika revolusi pertama dipicu oleh mesin uap, revolusi kedua dipicu oleh ban berjalan dan listrik, revolusi ketiga dipicu oleh mesin yang bergerak, yang berpikir secara otomatis: seperti pemasangan komputer dan robot. OK, setelah pemasangan komputer dan robot dalam proses produksi, memangnya ada kemajuan apa lagi? Memangnya kemajuan apa lagi sih yang bisa terjadi di dunia industri?
Revolusi Industri 4.0
Revolusi industri 4.0 menggunakan komputer dan robot ini sebagai dasarnya. Pertama, Kemajuan yang paling terasa adalah internet. Semua komputer tersambung ke sebuah jaringan bersama. Komputer juga semakin kecil sehingga bisa menjadi sebesar kepalan tangan kita, makanya kita jadi punya smartphone. Bukan cuma kita tersambung ke jaringan raksasa, kita jadinya selalu tersambung ke jaringan raksasa tersebut. Inilah bagian pertama dari revolusi industri keempat: “Internet of Things” saat komputer-komputer yang ada di pabrik itu tersambung ke internet, saat setiap masalah yang ada di lini produksi bisa langsung diketahui saat itu juga oleh pemilik pabrik, di manapun si pemilik berada. Ponsel pintar (smartphones) yang senantiasa membuat kita terhubung dengan dunia luar adalah instrumen penting dalam revolusi industri 4.0.
Kedua, kemajuan teknologi juga menciptakan 1001 sensor baru, dan 1001 cara untuk memanfaatkan informasi yang didapat dari sensor-sensor tersebut yang merekam segalanya selama 24 jam sehari.  Informasi ini bahkan menyangkut kinerja pegawai manusianya. Misalnya, kini perusahaan bisa melacak gerakan semua dan setiap pegawainya selama berada di dalam pabrik. Dari gerakan tersebut, bisa terlihat, misalnya, kalau pegawai-pegawai tersebut menghabiskan waktu terlalu banyak di satu bagian, sehingga bagian tersebut perlu diperbaiki. Masih ada 1001 informasi lainnya yang bisa didapat dari 1001 data yang berbeda, sehingga masih ada 1001-1001 cara meningkatkan produktivitas pabrik yang semula tak terpikirkan. Karena begitu banyaknya ragam maupun jumlah data baru ini, aspek ini sering disebut Big Data.
Ketiga, berhubungan dengan yang pertama dan kedua, adalah Cloud Computing. Perhitungan-perhitungan rumit tetap memerlukan komputer canggih yang besar, tapi karena sudah terhubung dengan internet, karena ada banyak data yang bisa dikirim melalui internet, semua perhitungan tersebut bisa dilakukan di tempat lain, bukannya di pabrik. Jadi, sebuah perusahaan yang punya 5 pabrik di 5 negara berbeda tinggal membeli sebuah superkomputer untuk mengolah data yang diperlukan secara bersamaan untuk kelima pabriknya. Tidak perlu lagi membeli 5 superkomputer untuk melakukannya secara terpisah.
Keempat, ini yang sebetulnya paling besar: Machine learning, yaitu mesin yang memiliki kemampuan untuk belajar, yang bisa sadar bahwa dirinya melakukan kesalahan sehingga melakukan koreksi yang tepat untuk memperbaiki hasil berikutnya. Ini bisa dilukiskan dengan cerita “AlphaZero AI”. Sebelum Machine Learning, sebuah komputer melakukan tugasnya dengan “Diperintahkan” atau “Diinstruksikan” oleh manusia.
Mengkombinasikan keempat hal ini artinya perhitungan yang rumit, luar biasa, dan tidak terpikirkan tentang hal apapun bisa dilakukan oleh superkomputer dengan kemampuan di luar batas kemampuan manusia. Kenyataannya tentu saja saat ini belum sekeren itu. Point keempat, yaitu AI dan Machine Learning, masih amat terbatas untuk tugas-tugas tertentu. Bukan cuma Indonesia, negara-negara maju seperti Jepang, Jerman, dan Amerika Serikat saja masih terus menerus memperdebatkan konsekuensi dari revolusi industri keempat ini, sebab revolusi ini masih berlangsung, atau bahkan baru dimukai. Tantangannya masih banyak. Koneksi internet misalnya, belum universal. Masih ada beberapa daerah yang tak memiliki koneksi internet, bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Selain itu, koneksi internet berarti munculnya celah keamanan baru. Perusahaan saingan pasti berusaha mengintip kinerja dan rancangan produksi lewat celah keamanan komputer pengendali produksi yang kini bisa diakses dari internet.


Sunday, July 21, 2019 | By: Fajar Aji Kurniawan

Kebijakan yang Perlu Diterapkan dalam Upaya Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi secara Sektoral


Nama  : Fajar Aji Kurniawan
NPM   : 12216542
Kelas   : 3EA12

PEREKONOMIAN INDONESIA
SOAL.
Pendapat Saudara tentang kebijakan yang perlu diterapkan dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara sektoral?
Hasil gambar untuk kebijakan ekonomi

Menurut Saya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Pemerintah harus menetapkan kebijakan strategis untuk mendorong petumbuhan ekonomi baik sektoral maupun nasional.
-          Pertama, pemerintah harus memperkuat keterbukaan iklim investasi perdagangan dan keterlibatan dalam produksi global.
-          Kedua, pemerintah bisa memperkuat kemampuan dorongan Inovasi dan percepatan adopsi teknologi.
-          Ketiga, pemerintah meningkatkan diplomasi ekonomi dan pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas.
-          Keempat, pemerintah terus mengoptimalkan potensi sumber pertumbuhan ekonomi.
-          Kelima, memperkuat pilar pendukung pertumbuhan sektor manufaktur.
-          Keenam, menciptakan kebijakan ekonomi makro yang kondusif untuk mendukung pengembangan manufaktur.
Dari kebijakan tersebut kebijakan utama yang disiapkan, antara lain peningkatan produktivitas melalui peningkatan keterampilan tenaga kerja, peningkatan daya saing ekspor manufaktur, dan penguatan strategi industri hulu
Contohnya:
Bidang Manufaktur. Pemerintah perlu membentuk satuan tugas terkait kemudahan investasi ini sebagai upaya menggenjot pertumbuhan ekonomi harus membuat kebijakan yang mendorong iklim investasi lebih baik dalam menopang poros maritim. Misalnya, memberikan insentif lebih luas untuk mendorong iklim investasi yang kondusif. Jadi pemberian insentif tidak terpaku pada salah satu sektor saja semisal dalam sektor lain seperti sektor manufaktur.


Monday, July 15, 2019 | By: Fajar Aji Kurniawan

#28 Etika Bisnis Yang Baik Itu Seperti Apa?

Etika Bisnis Yang Baik Itu Seperti Apa?


Hasil gambar untuk etika bisnis


Berikut adalah 3 Pendekatan yang mendasari Etika Bisnis yang baik di perusahaan:

1. Utilitarian Approach

Setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Makanya, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada perusahaan, dengan cara yang tidak membahayakan apapun dan dengan biaya serendah-rendahnya.

2. Individual Rights Approach

Siapapun pasti ingin apa yang dilakukannya bisa dihargai. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila dianggap akan menyebabkan terjadinya benturan dengan hak orang lain.

3. Justice Approach

Para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayananan kepada pelanggan baik secara perseorangan maupun kelompok.

Bagaimana Penerapannya dalam Dunia Bisnis ?

1. Berdiri dan menyebutkan nama saat berkenalan

Etika Bisnis yang Baik, seperti apa sih ?

Seorang pengusaha tentunya memiliki kesopanan. Berdiri dan menyebutkan nama dengan baik adalah Etika bisnis terpuji saat memperkenalkan diri. Dengan begitu, Rekan bisnis akan menganggap anda sebagai pengusaha yang punya nilai positif dan berdedikasi tinggi.

2. Berbicara sopan dan relax

Etika Bisnis yang Baik, seperti apa sih ?

Omongan yang kurang baik (misal: keceplosan), bukan tidak mungkin akan terjadi saat berbicara dengan rekan bisnis. Untuk itu, usahakan sebisa mungkin  untuk menjaga tutur kata dan bahasa dalam berbincang dengan pengusaha lain.

3. Bayar Tagihan ketika anda yang "Mengundang"

Etika Bisnis yang Baik, seperti apa sih ?

Membahas seputar bisnis dengan rekan tidak akan selalu dilakukan di kantor. Untuk sedikit lebih tenang dan santai, wajar saja jika diadakan di luar kantor, misalnya di cafe atau menyewa apartemen.

Untuk itu, bila anda yang mengundang ataupun mengajak, bayar lah tagihan sewa dan belanjaan saat mengadakan meeting dengan pengusaha lain di luar kantor anda.

4. Jangan lupa ucapkan "Terima Kasih"

Ucapan terima kasih memang terkesan sepele, tapi jangan salah, hal kecil seperti ini akan menimbulkan kesan positif dan kebanggan dari rekan bisnis anda tersebut. Dimana dia akan beranggapan bahwa dia cukup penting serta dihargai oleh kita.

Oleh karena itu, jangan pernah melupakan hal ini setiap membuka dan mengakhiri percakapan dengan rekan bisnis.

#27 Hubungan Antara Bisnis dengan Konsumen

Hubungan antara Bisnis dengan Konsumen 


Hasil gambar untuk bisnis dengan konsumen

             Hubungan antara bisnis dengan langgananya adalah hubungan yang paling banyak dilakukan, oleh karena itu bisnis haruslah menjaga etika pergaulanya secara baik. Adapun pergaulannya dengan langganan ini dapat disebut disini misalnya saja :
Kemasan yang berbeda-beda membuat konsumen sulit untuk membedakan atau mengadakan perbandingan harga terhadap produknya.
Bungkus atau kemasan membuat konsumen tidak dapat mengetahui isi didalamnya,
Pemberian servis dan terutama garansi adalah merupakan tindakan yang sangat etis bagi suatu bisnis.
b. Hubungan dengan karyawan
         Manajer yang pada umumnya selalu berpandangan untuk memajukan bisnisnya sering kali harus berurusan dengan etika pergaulan dengan karyawannya. Pergaulan bisnis dengan karyawan ini meliputi beberapa hal yakni : Penarikan (recruitment), Latihan (training), Promosi atau kenaikan pangkat, Tranfer, demosi (penurunan pangkat) maupun lay-off atau pemecatan / PHK (pemutusan hubungan kerja).
c. Hubungan antar bisnis
           Hubungan ini merupakan hubungan antara perusahaan yang satu dengan perusahan yang lain. Hal ini bisa terjadi hubungan antara perusahaan dengan para pesaing, grosir, pengecer, agen tunggal maupun distributor.
d. Hubungan dengan Investor
           Perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas dan terutama yang akan atau telah “go publik” harus menjaga pemberian informasi yang baik dan jujur dari bisnisnya kepada para insvestor atau calon investornya. prospek perusahan yang go public tersebut. Jangan sampai terjadi adanya manipulasi atau penipuan terhadap informasi terhadap hal ini.
e. Hubungan dengan Lembaga-Lembaga Keuangan
      Hubungan dengan lembaga-lembaga keuangan terutama pajak pada umumnya merupakan hubungan pergaulan yang bersifat finansial.
3. Kepedulian Pelaku Bisnis Terhadap Etika
          Para pelaku bisnis diharapkan dapat mengaplikasikan etika bisnis dalam menjalankan usahanya. Dengan adanya etika bisnis yang baik dari suatu usaham maka akan memberikan suatu nilai positif untuk perusahaannya. Hal ini sangatlah penting dami meningkatkan ataupun melindungi reputasi perusahaan tersebut sehingga bisnis yang dijalankan dapat berjalan dengan baik, bahkan dapat meningkatkan cangkupan bisnis yang terkait. Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah :
a. Pengendalian diri
            Pelaku-pelaku bisnis dan pihak yang terkait mampu mengendalikan diri mereka masing-masing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. Disamping itu, pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang dan menekan pihak lain.