Sunday, October 6, 2019 | By: Fajar Aji Kurniawan

PERAN KOMPETENSI DALAM MEWUJUDKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG BERDAYA SAING TINGGI DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0: SUATU TINJAUAN KONSEPTUAL


Manajemen Pemasaran Revolusi Industri 4.0

TUGAS BEDAH JURNAL
PERAN KOMPETENSI DALAM MEWUJUDKAN SUMBER DAYA
MANUSIA YANG BERDAYA SAING TINGGI DI ERA REVOLUSI
INDUSTRI 4.0: SUATU TINJAUAN KONSEPTUAL
Nama Penulis
Judul
Metode yang digunakan
Kesimpulan
Mislan Sihite
PERAN KOMPETENSI DALAM MEWUJUDKAN SUMBER DAYA
MANUSIA YANG BERDAYA SAING TINGGI DI ERA REVOLUSI
INDUSTRI 4.0: SUATU TINJAUAN KONSEPTUAL

Metode Deskriptif
Bahwa kompetensi sangat
berperan penting dalam mewujudkan
SDM yang berdaya saing tinggi di
era revolusi industri 4.0. Seorang
SDM harus selalu berusaha untuk
meningkatkan pengetahuan,
ketrampilan dan sikap, sehingga
SDM tersebut dapat memiliki
keunggulan dalam berkontribusi
mewujudkan visi dan misi
organisasi.
Suatu organisasi dalam
mewujudkan SDM yang berdaya
saing tinggi di era revolusi industri
4.0 perlu melakukan upaya
peningkatan kompetensi SDM sesuai
yang dibutuhkan, pendidikan dan
pelatihan serta perubahan budaya
kerja yang kompetitif. Peran
kompetensi dalam mewujudkan
SDM yang berdaya saing tinggi
dapat dilakukan dengan cara
peningkatan kompetensi, pendidikan
dan pelatihan, perubahan budaya
kerja.

Sumber Referensi:
Jurnal Ilmiah Methonomi
p-ISSN: 2460-562X
Volume 4 Nomor 2 (2018)
e-ISSN: 2598-9693
Fakultas Ekonomi Universitas Methodist Indonesia



Friday, October 4, 2019 | By: Fajar Aji Kurniawan

Apa yang Dimaksud Revolusi Industri 4.0?


Revolusi Industri 4.0




Hallo Teman.... perkenalkan Nama Saya Fajar Aji Kurniawan, disini saya akan menjelaskan yang saya ketahui mengenai revolusi industri 4.0. Sebelum melangkah lebih jauh, pertama-tama kita harus mengetahui apa yang dimaksud dengan revolusi industri 4.0. Secara singkat, revolusi industri 4.0 dapat diartikan sebagai sebuah trend di dunia yang menggabungkan sebuah teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber atau dapat diartikan sebagai perubahan besar dan radikal terhadap cara manusia memproduksi barang. Bicara soal revolusi industri, sebagian besar dari kalian pasti sudah pernah belajar tentang revolusi industri, kan? Biasanya di pelajaran ekonomi sering banget membahas ini. Nah, mungkin beberapa dari kalian bingung, kenapa kok judulnya revolusi industri 4.0. Kok sudah keempat? pertama, kedua, dan ketiganya mana?
Di artikel ini Saya akan paparkan tentang revolusi industri, mulai dari yang pertama, hingga yang keempat ini. Yuk, digeser kebawah!

Revolusi Industri 1.0
Revolusi industri pertama adalah proses yang dimulai dengan ditemukannya dan digunakannya mesin uap dalam proses produksi barang. Penemuan ini penting sekali, karena sebelum adanya mesin uap, kita cuma bisa mengandalkan tenaga otot, tenaga air, dan tenaga angin untuk menggerakkan apapun. Masalahnya, tenaga otot amat terbatas.  Karena tenaga mesin tidak dibatasi oleh otot, angin, dan air terjun, terjadilah penghematan biaya dalam jumlah luar biasa di bidang produksi, transportasi, bahkan militer. Barang-barang yang diproduksi menjadi jauh lebih banyak, lebih murah, dan lebih mudah didapat. Uang yang semula dipakai untuk memproduksi dan membeli barang-barang mahal tersebut kini bisa dipakai untuk hal lain, sehingga barang-barang yang tak diproduksi menggunakan mesin uap pun menjadi jauh lebih laku. Revolusi industri ini juga mengubah masyarakat dunia, dari masyarakat agraris di mana mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani, menjadi masyarakat industri. Intinya, kelangkaan tenaga yang semula mendominasi kesukaran manusia dalam berlayar, dalam memproduksi, mendadak lenyap. Tenaga tidak lagi dipasok cuma oleh otot, angin, dan air terjun, tapi juga oleh mesin uap yang jauh lebih kuat, lebih fleksibel, dan lebih awet. Terakhir, kelangkaan yang dikurangi adalah kelangkaan tenaga kerja. Semula begitu banyak manusia dibutuhkan untuk menjalankan mesin-mesin produksi. Kini mendadak semua tenaga itu digantikan mesin uap. Artinya, mendadak semua tenaga manusia tersebut jadi bebas, mereka bisa dipekerjakan di bidang lain. Perubahan-perubahan ini amat penting sebab perubahan ini berarti menghilangkan keistimewaan para bangsawan. Berkat mesin uap, produksi kini bisa berlangsung di mana saja. Namun, dampak negatif revolusi industri ini, selain pencemaran lingkungan akibat asap mesin uap dan limbah-limbah pabrik lainnya yang sudah kalian pelajari di buku teks sekolah kalian, adalah penjajahan di seluruh dunia.

Revolusi Industri 2.0
Setelah tenaga otot sudah digantikan oleh mesin uap, dan kini tenaga uap mulai digantikan dengan tenaga listrik. Tetapi, proses produksi di pabrik masih jauh dari proses produksi di pabrik modern misalnya transportasi. Pengangkutan produk di dalam pabrik masih berat, sehingga macam-macam barang besar, seperti mobil, harus diproduksi dengan cara dirakit di satu tempat yang sama.
Nah, itu baru industri 2.0, revolusi apa lagi yang berikutnya? Tebakan Saya sih kalian bisa menebak kelanjutannya, sebab komponen terpenting industri 3.0 sudah sering  kalian temui.

Revolusi Industri 3.0
Setelah mengganti tenaga otot dengan uap, lalu perubahan apa lagi yang bisa terjadi di dunia industri? Faktor berikutnya yang diganti adalah manusianya. Setelah revolusi industri kedua, manusia masih berperan amat penting dalam produksi barang-barang, seperti udah disebutkan sebelumnya, ini adalah era industri. Revolusi industri ketiga mengubahnya. Setelah revolusi ini, abad industri pelan-pelan berakhir, abad informasi dimulai. Jika revolusi pertama dipicu oleh mesin uap, revolusi kedua dipicu oleh ban berjalan dan listrik, revolusi ketiga dipicu oleh mesin yang bergerak, yang berpikir secara otomatis: seperti pemasangan komputer dan robot. OK, setelah pemasangan komputer dan robot dalam proses produksi, memangnya ada kemajuan apa lagi? Memangnya kemajuan apa lagi sih yang bisa terjadi di dunia industri?
Revolusi Industri 4.0
Revolusi industri 4.0 menggunakan komputer dan robot ini sebagai dasarnya. Pertama, Kemajuan yang paling terasa adalah internet. Semua komputer tersambung ke sebuah jaringan bersama. Komputer juga semakin kecil sehingga bisa menjadi sebesar kepalan tangan kita, makanya kita jadi punya smartphone. Bukan cuma kita tersambung ke jaringan raksasa, kita jadinya selalu tersambung ke jaringan raksasa tersebut. Inilah bagian pertama dari revolusi industri keempat: “Internet of Things” saat komputer-komputer yang ada di pabrik itu tersambung ke internet, saat setiap masalah yang ada di lini produksi bisa langsung diketahui saat itu juga oleh pemilik pabrik, di manapun si pemilik berada. Ponsel pintar (smartphones) yang senantiasa membuat kita terhubung dengan dunia luar adalah instrumen penting dalam revolusi industri 4.0.
Kedua, kemajuan teknologi juga menciptakan 1001 sensor baru, dan 1001 cara untuk memanfaatkan informasi yang didapat dari sensor-sensor tersebut yang merekam segalanya selama 24 jam sehari.  Informasi ini bahkan menyangkut kinerja pegawai manusianya. Misalnya, kini perusahaan bisa melacak gerakan semua dan setiap pegawainya selama berada di dalam pabrik. Dari gerakan tersebut, bisa terlihat, misalnya, kalau pegawai-pegawai tersebut menghabiskan waktu terlalu banyak di satu bagian, sehingga bagian tersebut perlu diperbaiki. Masih ada 1001 informasi lainnya yang bisa didapat dari 1001 data yang berbeda, sehingga masih ada 1001-1001 cara meningkatkan produktivitas pabrik yang semula tak terpikirkan. Karena begitu banyaknya ragam maupun jumlah data baru ini, aspek ini sering disebut Big Data.
Ketiga, berhubungan dengan yang pertama dan kedua, adalah Cloud Computing. Perhitungan-perhitungan rumit tetap memerlukan komputer canggih yang besar, tapi karena sudah terhubung dengan internet, karena ada banyak data yang bisa dikirim melalui internet, semua perhitungan tersebut bisa dilakukan di tempat lain, bukannya di pabrik. Jadi, sebuah perusahaan yang punya 5 pabrik di 5 negara berbeda tinggal membeli sebuah superkomputer untuk mengolah data yang diperlukan secara bersamaan untuk kelima pabriknya. Tidak perlu lagi membeli 5 superkomputer untuk melakukannya secara terpisah.
Keempat, ini yang sebetulnya paling besar: Machine learning, yaitu mesin yang memiliki kemampuan untuk belajar, yang bisa sadar bahwa dirinya melakukan kesalahan sehingga melakukan koreksi yang tepat untuk memperbaiki hasil berikutnya. Ini bisa dilukiskan dengan cerita “AlphaZero AI”. Sebelum Machine Learning, sebuah komputer melakukan tugasnya dengan “Diperintahkan” atau “Diinstruksikan” oleh manusia.
Mengkombinasikan keempat hal ini artinya perhitungan yang rumit, luar biasa, dan tidak terpikirkan tentang hal apapun bisa dilakukan oleh superkomputer dengan kemampuan di luar batas kemampuan manusia. Kenyataannya tentu saja saat ini belum sekeren itu. Point keempat, yaitu AI dan Machine Learning, masih amat terbatas untuk tugas-tugas tertentu. Bukan cuma Indonesia, negara-negara maju seperti Jepang, Jerman, dan Amerika Serikat saja masih terus menerus memperdebatkan konsekuensi dari revolusi industri keempat ini, sebab revolusi ini masih berlangsung, atau bahkan baru dimukai. Tantangannya masih banyak. Koneksi internet misalnya, belum universal. Masih ada beberapa daerah yang tak memiliki koneksi internet, bahkan di Amerika Serikat sekalipun. Selain itu, koneksi internet berarti munculnya celah keamanan baru. Perusahaan saingan pasti berusaha mengintip kinerja dan rancangan produksi lewat celah keamanan komputer pengendali produksi yang kini bisa diakses dari internet.


Sunday, July 21, 2019 | By: Fajar Aji Kurniawan

Kebijakan yang Perlu Diterapkan dalam Upaya Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi secara Sektoral


Nama  : Fajar Aji Kurniawan
NPM   : 12216542
Kelas   : 3EA12

PEREKONOMIAN INDONESIA
SOAL.
Pendapat Saudara tentang kebijakan yang perlu diterapkan dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara sektoral?
Hasil gambar untuk kebijakan ekonomi

Menurut Saya dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Pemerintah harus menetapkan kebijakan strategis untuk mendorong petumbuhan ekonomi baik sektoral maupun nasional.
-          Pertama, pemerintah harus memperkuat keterbukaan iklim investasi perdagangan dan keterlibatan dalam produksi global.
-          Kedua, pemerintah bisa memperkuat kemampuan dorongan Inovasi dan percepatan adopsi teknologi.
-          Ketiga, pemerintah meningkatkan diplomasi ekonomi dan pemanfaatan perjanjian perdagangan bebas.
-          Keempat, pemerintah terus mengoptimalkan potensi sumber pertumbuhan ekonomi.
-          Kelima, memperkuat pilar pendukung pertumbuhan sektor manufaktur.
-          Keenam, menciptakan kebijakan ekonomi makro yang kondusif untuk mendukung pengembangan manufaktur.
Dari kebijakan tersebut kebijakan utama yang disiapkan, antara lain peningkatan produktivitas melalui peningkatan keterampilan tenaga kerja, peningkatan daya saing ekspor manufaktur, dan penguatan strategi industri hulu
Contohnya:
Bidang Manufaktur. Pemerintah perlu membentuk satuan tugas terkait kemudahan investasi ini sebagai upaya menggenjot pertumbuhan ekonomi harus membuat kebijakan yang mendorong iklim investasi lebih baik dalam menopang poros maritim. Misalnya, memberikan insentif lebih luas untuk mendorong iklim investasi yang kondusif. Jadi pemberian insentif tidak terpaku pada salah satu sektor saja semisal dalam sektor lain seperti sektor manufaktur.


Monday, July 15, 2019 | By: Fajar Aji Kurniawan

#28 Etika Bisnis Yang Baik Itu Seperti Apa?

Etika Bisnis Yang Baik Itu Seperti Apa?


Hasil gambar untuk etika bisnis


Berikut adalah 3 Pendekatan yang mendasari Etika Bisnis yang baik di perusahaan:

1. Utilitarian Approach

Setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Makanya, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada perusahaan, dengan cara yang tidak membahayakan apapun dan dengan biaya serendah-rendahnya.

2. Individual Rights Approach

Siapapun pasti ingin apa yang dilakukannya bisa dihargai. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila dianggap akan menyebabkan terjadinya benturan dengan hak orang lain.

3. Justice Approach

Para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayananan kepada pelanggan baik secara perseorangan maupun kelompok.

Bagaimana Penerapannya dalam Dunia Bisnis ?

1. Berdiri dan menyebutkan nama saat berkenalan

Etika Bisnis yang Baik, seperti apa sih ?

Seorang pengusaha tentunya memiliki kesopanan. Berdiri dan menyebutkan nama dengan baik adalah Etika bisnis terpuji saat memperkenalkan diri. Dengan begitu, Rekan bisnis akan menganggap anda sebagai pengusaha yang punya nilai positif dan berdedikasi tinggi.

2. Berbicara sopan dan relax

Etika Bisnis yang Baik, seperti apa sih ?

Omongan yang kurang baik (misal: keceplosan), bukan tidak mungkin akan terjadi saat berbicara dengan rekan bisnis. Untuk itu, usahakan sebisa mungkin  untuk menjaga tutur kata dan bahasa dalam berbincang dengan pengusaha lain.

3. Bayar Tagihan ketika anda yang "Mengundang"

Etika Bisnis yang Baik, seperti apa sih ?

Membahas seputar bisnis dengan rekan tidak akan selalu dilakukan di kantor. Untuk sedikit lebih tenang dan santai, wajar saja jika diadakan di luar kantor, misalnya di cafe atau menyewa apartemen.

Untuk itu, bila anda yang mengundang ataupun mengajak, bayar lah tagihan sewa dan belanjaan saat mengadakan meeting dengan pengusaha lain di luar kantor anda.

4. Jangan lupa ucapkan "Terima Kasih"

Ucapan terima kasih memang terkesan sepele, tapi jangan salah, hal kecil seperti ini akan menimbulkan kesan positif dan kebanggan dari rekan bisnis anda tersebut. Dimana dia akan beranggapan bahwa dia cukup penting serta dihargai oleh kita.

Oleh karena itu, jangan pernah melupakan hal ini setiap membuka dan mengakhiri percakapan dengan rekan bisnis.

#27 Hubungan Antara Bisnis dengan Konsumen

Hubungan antara Bisnis dengan Konsumen 


Hasil gambar untuk bisnis dengan konsumen

             Hubungan antara bisnis dengan langgananya adalah hubungan yang paling banyak dilakukan, oleh karena itu bisnis haruslah menjaga etika pergaulanya secara baik. Adapun pergaulannya dengan langganan ini dapat disebut disini misalnya saja :
Kemasan yang berbeda-beda membuat konsumen sulit untuk membedakan atau mengadakan perbandingan harga terhadap produknya.
Bungkus atau kemasan membuat konsumen tidak dapat mengetahui isi didalamnya,
Pemberian servis dan terutama garansi adalah merupakan tindakan yang sangat etis bagi suatu bisnis.
b. Hubungan dengan karyawan
         Manajer yang pada umumnya selalu berpandangan untuk memajukan bisnisnya sering kali harus berurusan dengan etika pergaulan dengan karyawannya. Pergaulan bisnis dengan karyawan ini meliputi beberapa hal yakni : Penarikan (recruitment), Latihan (training), Promosi atau kenaikan pangkat, Tranfer, demosi (penurunan pangkat) maupun lay-off atau pemecatan / PHK (pemutusan hubungan kerja).
c. Hubungan antar bisnis
           Hubungan ini merupakan hubungan antara perusahaan yang satu dengan perusahan yang lain. Hal ini bisa terjadi hubungan antara perusahaan dengan para pesaing, grosir, pengecer, agen tunggal maupun distributor.
d. Hubungan dengan Investor
           Perusahaan yang berbentuk Perseroan Terbatas dan terutama yang akan atau telah “go publik” harus menjaga pemberian informasi yang baik dan jujur dari bisnisnya kepada para insvestor atau calon investornya. prospek perusahan yang go public tersebut. Jangan sampai terjadi adanya manipulasi atau penipuan terhadap informasi terhadap hal ini.
e. Hubungan dengan Lembaga-Lembaga Keuangan
      Hubungan dengan lembaga-lembaga keuangan terutama pajak pada umumnya merupakan hubungan pergaulan yang bersifat finansial.
3. Kepedulian Pelaku Bisnis Terhadap Etika
          Para pelaku bisnis diharapkan dapat mengaplikasikan etika bisnis dalam menjalankan usahanya. Dengan adanya etika bisnis yang baik dari suatu usaham maka akan memberikan suatu nilai positif untuk perusahaannya. Hal ini sangatlah penting dami meningkatkan ataupun melindungi reputasi perusahaan tersebut sehingga bisnis yang dijalankan dapat berjalan dengan baik, bahkan dapat meningkatkan cangkupan bisnis yang terkait. Dalam menciptakan etika bisnis, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah :
a. Pengendalian diri
            Pelaku-pelaku bisnis dan pihak yang terkait mampu mengendalikan diri mereka masing-masing untuk tidak memperoleh apapun dari siapapun dan dalam bentuk apapun. Disamping itu, pelaku bisnis sendiri tidak mendapatkan keuntungan dengan jalan main curang dan menekan pihak lain.
Wednesday, June 26, 2019 | By: Fajar Aji Kurniawan

#26 Indahnya Berbagi

Indahnya Berbagi

Hasil gambar untuk berbagi itu indah


Banyak orang berasumsi bahwa berbagi itu indah namun tidak banyak dari antara mereka yang melakukannya. Hal ini tentu saja salah sobat belia, mengapa tidak? Kita gempar mengumbar istilah indahnya berbagi namun saat salah seorang kawan sobat belia membutuhkan sebuah pulpen untuk menulis saat ujian mendadak sobat belia ada saja yang pura-pura tidak mendengar dan bahkan mengatakan sobat tidak memiliki pulpen lain selain yang ada di genggaman anda, padahal anda memiliki 2 pulpen namun takut pulpennya nanti akan kehabisan tinta.

Berangkat dari hal kecil berbagi pulpen saat ujian yang paling banyak terjadi di kehidupan sobat belia atau mungkin saja kemalangan. Seorang sobat kita sedang ditimpa kemalangan karena rumahnya terbakar, terkena banjir atau tertimpa longsor maka OSIS mencoba meminta kesukarelaan  untuk memberikan sedikit dari uang jajan sobat belia sekalian, namun sobat belia menjawab: "Maaf ya, aku gak punya uang lagi".

Di balik jawaban tidak punya uang tersebut rupanya selidik punya selidik sobat belia saaat ditemui di kantin sekolah telah membeli jajanan banyak. Nah hal ini tidak boleh dicontoh, mengapa? Dalam kejadian ini sobat belia telah melakukan dua dosa sekaligus. Pertama, sobat belia telah berbohong dan kedua seobat belia tidak peduli sesama atau tidak ingin menolong sesama yang tertimpa musibah.
Alkisah seorang anak selalu memperhitungkan segala sesuatunya dengan materi. Jika disuruh oleh orangtuanya, Mino selalu meminta imbalan.

Memang sejak kecil Mino selalu dibekali oleh orangtuanya dengan memberikan imbalan saat disuruh dan akhirnya terbawa-bawa hingga dewasa. Suatu hari Mino bertemu dengan seorang kakek tua yang badannya penuh dengan lumpur serta bajunya lusuh. Kakek tua tersebut meminta Mino untuk menolongnya untuk menyampaikan sepucuk surat kepada anaknya yang alamatnya tidak jauh dari rumah Mino. Dengan sigap Mino mengulurkan tangannya dan meminta imbalan kepada sang kakek. Kakek langsung bersedih dan mengatakan: Nak kakek tidak membawa uang saat ini, tapi nanti setelah kamu sampai di alamat yang kakek berikan, di sana akan berjumpa seorang penjaga pintu dan kamu akan disuruh masuk setelah menyerahkan surat ini. Setelah itu di dalam rumah kamu akan mendapatkan imbalan besar. Karena mendengar kata imbalan besar mino langsung saja berangkat menuju rumah tersebut.

Mino rupanya penasaran juga mengapa dirinya langsung mau saja disuruh oleh kakek yang tidak jelas dan belum dikenalnya. Mino membuka isi surat tersebut dan melihat di dalamnya hanya ada tulisan "Senang". Mino merasa telah dibodohi oleh sang kakek dan kembali menjumpai sang kakek yang belum jauh pergi. Namun saat mendekati sang kakek Mino melihat, kakek tersebut memberikan rotinya kepada seorang anak kecil yang wajahnya tidak asing baginya, anak kecil tersebut merupakan anak yang telah ditinggalkan kedua orang tuanya karena mengalami kecelakaan.

Anak kecil itu merupakan adik sahabatnya. Anak kecil tersebut sangat senang mendapat roti dan mengucapkan terima kasih dan langsung memankannya, sang kakek menatap anak tersebut saat menyantap rotinya dan menelan airliurnya untuk tidak keluar, anak tersebutpun membagi kembali roti tersebut dan kakek meminta hanya sedikit untuk mengganjal rasa lapar saja.

Mino berhenti sejenak dan berpikir, kakek yang seharusnya lebih membutuhkan rotinya malah memberikannya kepada orang lain. Aku yang hanya diminta tolong mengantar pesan penting kepada saudaranya kakek masa ingin meminta imbalan? Mino merasa malu dan kembali pergi ke tujuan surat dengan senang hati. Setelah Mino memberikannya rupanya dirinya diberikan sejumlah uang oleh orang yang meminta surat tersebut tetapi Mino menolaknya. Sejak saat itu Mino berubah menjadi orang yang suka berbagi dan menolong orang lain tanpa imbalan.

Kisah di atas tentu semakin memperkuat makna dari indahnya berbagi tadi. Sebenarnya penyebab orang tidak ingin berbagi itu apa sih? Tentu sobat belia penasaran juga bukan?
Menurut beberapa psikolog yang dikutip dari majalah Ayahbunda bahwa berbagi seharusnya sudah ditanamkan dalam benak si anak sejak dini. Kita tentu seing meminta apapun yang dipegang oleh anak berusia 3 tahun dan dirinya tidak ingin memberikannya.

Hal ini memang wajar saja karena mereka senang mencoba belajar mengenali dunianya, disini peran orangtua untuk mengajarinya berbagilah yang begitu penting. Orangtua sebaiknya melatih sang anak dengan memberi suatu benda seperti alat mainan dan memintanya kembali atau menyuruhnya memberikan kepada kawan bermainnya. Hal ini akan melatihnya untuk mau berbagi kelak sampai usianya sama seperti sobat belia bahkan sampai usia tua.

Pada usia seperti kita yang mengabaikan orang meminta tolong adalah kita mencoba menutup mata hati kita dan menganggap bahwa kita akan kekurangan jika member sedikit kepunyaan kita. Berangkat dari seorang tokoh dunia yang terkenal karena suka berbagi, Bunda Teresa. Bunda Teresa, seorang yang memberi hatinya untuk melayani di tengah-tengah masyarakat miskin di India.  Dilahirkan di Skopje, Albania pada 26 Agustus 1910, Bunda Teresa merupakan anak bungsu. Ketika berusia delapan tahun, ayahnya meninggal dunia, dan meninggalkan keluarganya dengan kesulitan finansial. Meski demikian, ibunya memelihara Gonxha dan ketiga saudaranya dengan penuh kasih sayang.

Ia memulai pelayanannya dengan membuka sebuah sekolah pada 21 Desember 1948 di lingkungan yang kumuh. Karena tidak memiliki dana, ia membuka sekolah terbuka, di sebuah taman. Di sana ia mengajarkan pentingnya pengenalan akan hidup yang sehat, di samping mengajarkan membaca dan menulis pada anak-anak yang miskin. Selain itu, berbekal pengetahuan medis, ia juga membawa anak-anak yang sakit ke rumahnya dan merawat mereka. Segala yang diilakukannya tanpa mengharapkan imbalan dan tidak kekurangan suatu apapun malah segala yang ingin dilakukannya terpenuhi. Berkat baktinya bagi mereka yang tertindas memperoleh penghargaan kemanusiaan.

#25 Mentekuni Pekerjaan

Mentekuni Pekerjaan

Hasil gambar untuk pekerjaan


Pekerjaan adalah harta produktif yang terus-menerus menghasilkan uang. Rawat dan tingkatkan kualitas dari cara bekerja, agar harta produktif tersebut dapat menghasilkan uang yang lebih banyak untuk kehidupan Anda.

Anda sendirilah yang merancang kesuksesan dan kebahagiaan hidup. Tidak ada orang lain yang mau melakukannya untuk Anda. Anda harus berani memutuskan kemana harus berlayar. Anda harus berani mengatakan kepada diri sendiri untuk mencintai dan menekuni pekerjaan. Ingat, satu-satunya harta yang bisa meningkatkan karir dan penghasilan adalah pekerjaan.

Miliki sepenuh hati pekerjaan yang Anda tekuni. Bangunlah etos kerja yang hebat agar cara Anda bekerja menjadi berharga mahal. Anda harus mengerti kapan untuk membiarkan orang lain mengarahkan pekerjaan Anda dan kapan Anda harus mengambil kekuasaan penuh atas pekerjaan yang Anda miliki. Hal yang paling penting, Anda harus menjadi majikan bagi pekerjaan Anda, dan setiap saat mampu mengambil kendali atas arah perjalanan karir Anda. Jangan membiarkan orang lain sebagai pengendali masa depan dan kehidupan kerja Anda.

Anda adalah bos atas pekerjaan yang Anda miliki. Pimpinlah pekerjaan tersebut dengan integritas dan akuntabilitas yang tinggi. Setiap hari tingkatkan kualitas dari proses dan hasil akhir. Kerjakan dengan sepenuh hati dan hargai usaha yang telah Anda lakukan dengan cara-cara yang hebat. Anda harus meyakinkan diri sendiri bahwa kerja keras saja belum cukup untuk menghadirkan sukses. Anda harus mampu menggunakan pekerjaan untuk melayani berbagai kepentingan dengan sikap rendah hati.

Kembangkan dan bangunlah hubungan antar pribadi yang positif. Jangan menyalahkan siapapun atas hambatan yang harus Anda hadapi. Jangan pernah kecewa dan frustasi. Miliki kesadaran untuk tumbuh dan berkembang bersama pekerjaan yang Anda cintai.

Pekerjaan yang Anda cintai adalah sebuah investasi yang sangat menguntungkan bagi masa depan Anda. Jadikan pekerjaan yang Anda miliki sebagai panggilan hati, berikan waktu dan energi positif. Apapun realitas yang harus Anda hadapi, tetaplah bekerja dengan penuh semangat, tingkatkan kualitas etos kerja Anda. Jangan pernah menyerah atau berhenti oleh sebuah hambatan. Gaji dan karir akan meningkat terus bila Anda memberikan perhatian yang penuh untuk pekerjaan yang Anda tekuni.

Anda harus memiliki visi terhadap pekerjaan yang Anda miliki. Jangan bekerja asal-asalan. Rencanakan perjalanan karir bersama pekerjaan yang Anda cintai. Kuasai setiap inci dari pekerjaan sebaik mungkin, dan gerakkan untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Semakin dibutuhkan pekerjaan Anda, semakin dia menjadi mesin penghasil uang. Fokuskan perhatian untuk meningkatkan dan meluaskan pekerjaan, biarkan pekerjaan tersebut menghidupi pekerjaan-pekerjaan yang lain. Jadi, semakin mampu pekerjaan yang Anda tekuni untuk menghidupi pekerjaan-pekerjaan yang lain, semakin banyak nilai tambah yang dihasilkan dari pekerjaan Anda tersebut.

Pekerjaan Anda adalah harta yang harus Anda rawat dan tumbuhkan untuk selamanya, di sepanjang kehidupan Anda.